"Choeyank Kuzmaya". Diberdayakan oleh Blogger.

Gerhana Venus

Gerhana venus yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB sampai 18.30 WIB kemarin membuat warga kota berdecak kagum. Fenomena alam yang terjadi dalam kurun waktu puluhan tahun. Gerhana Venus merupakan peristiwa langka yang berulang dalam kurun puluhan tahun. Saat itu posisi bumi, bulan, dan planet Venus sejajar.Dari bumi, planet Venus yang berada di atas bulan sabit sebelah kiri, perlahan-lahan menghilang seperti sembunyi di balik bulan. Venus akan muncul lagi di sebelah kiri bawah bulan. Kalangan astronom menyebutnya okultasi.

Koordinator Prakirawan Badan Meteriologi dan Klimatologi Geofisika Jambi, Kurnianingsih membenarkan bahwa peristiwa tersebut merupakan gerhana venus. Hanya saja, dirinya tak mau berkomentar lebih lanjutnya. ‘’Ini merupakan kewenangan dari Lembaga Antriksa Nasional (Lapan), nanti kalau kita yang komentar, tidak pas,’’ tuturnya.

Dikatakannya, secara ilmiah dirinya tidak mengetahui apa sebabnya gerhana venus, namun yang jelas hampir setiap orang sangat mengimpikan untuk melihat secara langsung adanya gerhana venus ini.

            “Yang jelas semua orang sangat mengimpikan untuk melihat secara langsung adanya gerhana vebus ini,dan saya termasuk yang beruntung,” tegasnya lagi.

Peristiwa alam langka yang disebut gerhana Venus akan muncul besok, Minggu (16/5/2010). Peristiwa ini dikenal juga dengan nama okultasi venus dimana posisi bumi, bulan, dan planet Venus berada dalam satu garis.

“Saat gerhana Venus, ada waktu dimana venus menghilang dari orbit karena ditelan bulan,” ujar Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (15/5/2010).

Disebutkan Hakim, peristiwa gerhana venus ini terbilang langka karena baru akan terjadi lagi pada tahun 2050. “Memang peristiwa ini tidak lebih spektakuler dari gerhana matahari, tapi karena langka ini jadi menarik,” tambahnya.

Gerhana venus ini dapat dilihat dari sejumlah tempat di Indonesia, namun untuk di Kota Bandung, peristiwa ini akan dimulai pada pukul 18.50 WIB dan berakhir pada 19.30 WIB.

“Planet Venus akan mengilang ditelan bulan dari atas, kemudian muncul kembali di bagian bawah,” terangnya.

Bulan pada esok hari disebut Hakim akan berbentuk bulan sabit. Hal itu menurutnya akan mengingatkan pada salah satu lambang Islam yaitu bulan dan bintang.

“Jika langit cerah, masyarakat bisa melihat planet Venus berdekatan dengan bulan seperti ikon bulan bintang,”

Seperti dilaporkan majalah StarDate, Mars akan terlihat dengan tampilan yang mengagumkan di atas bulan saat jatuhnya malam. Cahaya Regulus akan menyinari sisi kiri Mars, sedikit lebih tinggi.

Regulus adalah bintang paling bersinar dari Leo, yang lebih besar, lebih panas dan lebih bercahaya dibandingkan matahari. Sedangkan Mars akan tampak seperti bintang warna oranye yang bersinar.

Pada 20 Mei, Regulus akan bersinar sedikit ke sebelah kanan atas dari kuartal pertama bulan, dengan sinar oranye Mars akan jatuh ke kanan bulan. Trio ini akan menjadi satu bagian dari segitiga yang ramping. Mereka akan begitu tinggi di langit saat jatuhnya malam dan akan turun dari penglihatan sekitar jam 2 pagi. Pada 21 Mei, bulan akan berada di antara Saturnus (sebelah selatan) dan Mars (sebelah barat daya) di malam hari. Saturnus akan tampak seperti bintang yang bercahaya emas. Dan tanggal 22 Mei bulan akan bersinar di bawah Saturnus, di ketinggian sebelah selatan pada saat matahari terbenam

Jika langit cerah tak tertutup awan, maka Minggu (16/5/2010) petang nanti akan terjadi fenomena astronomi sangat langka yang mungkin hanya bisa disaksikan sekali seumur hidup. Peristiwa yang disebut dengan okultasi Venus atau gerhana Venus itu dapat disaksikan di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali Indonesia bagian timur.

Okultasi Venus adalah fenomena saat Planet Venus menghilang sesaat karena tertutup bulan. Peristiwa yang sama baru dapat disaksikan lagi dari wilayah Indonesia pada tahun 2052.

Peristiwa kali ini akan akan terlihat jelas jika cuaca cerah karena Venus adalah benda langit paling terang ketiga setelah Matahari dan Bulan. Sementara itu, petang nanti Bulan tengah berada pada periode sabit muda.

Peristiwa ini bisa dilihat dengan mata telanjang dan tidak perlu peralatan khusus, kecuali Anda akan melihatnya lebih dekat menggunakan teropong atau merekamnya dengan jelas. Peristiwa ini akan terjadi beberapa menit setelah Matahari terbenam dan akan berlangsung tidak sampai satu jam.

Menurut perhitungan Mutoha Arkanuddin, pengamat astronomi dari Jogja Astro Club, yang dimuat dalam blognya, gerhana Venus untuk wilayah Jakarta akan dimulai pukul 18.49 dan berakhir pukul 19.29. Matahari sendiri terbenam pukul 17.40. Sementara itu, daerah lainnya hanya selisih beberapa menit sebelum atau sesudahnya. Saat itu posisi bulan masih sangat rendah. Jadi, pilihlah arah pengamatan yang terbuka. Selamat berburu gerhana Venus, ya....

Like This Post? Share It.
RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati
No comments yet. Be the first to leave a comment !
Next Post Previous Post
Related Posts with Thumbnails

Buy and Sell text links